Home / Berita & Artikel / OJK, Era Baru Perlindungan Nasabah

OJK, Era Baru Perlindungan Nasabah

 

Pada penghujung tahun 2011, telah lahir era baru dalam dunia jasa keuangan, yaitu ditandai dengan telah disahkannya RUU Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) menjadi Undang-Undang oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

 

Dengan berlakunya Undang-Undang OJK, sistem jasa keuangan di Indonesia menjadi lebih terintegrasi, maju dan memberikan perlindungan yang lebih bagi konsumen jasa keuangan.

 

OJK sangat diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi konsumen jasa keuangan, mengingat lingkup kewenangan OJK adalah pengaturan dan pengawasan. Dalam melakukan pengawasan, OJK berwenang melakukan pemeriksaan, penyidikan, perlindungan konsumen hingga pemberian sanksi bagi suatu institusi jasa keuangan. 

 

Perlindungan yang diberikan oleh OJK mencakup pencegahan kerugian konsumen, pelayanan pengaduan konsumen yang dirugikan dan pembelaan hukum. Dalam melakukan pembelaan hukum, OJK berwenang mengajukan gugatan untuk memperoleh kembali harta kekayaan milik konsumen yang dirugikan dan atau mengajukan gugatan ganti kerugian sebagai akibat pelanggaran atas peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.

 

Dengan demikian, dalam upaya memberikan perlindungan yang lebih bagi konsumen (dalam hal terjadi pengaduan) OJK berwenang melakukan tindakan-tindakan mulai dari menerima pengaduan, memfasilitasi penyelesaian pengaduan, memeriksa dan menyidik LJK, pelaku dan/atau penunjang jasa keuangan, mengajukan gugatan pengembalian harta kekayaan pihak yang dirugikan, mengajukan gugatan ganti kerugian hingga menetapkan sanksi administratif dan memerintahkan atau melakukan tindakan tertentu kepada LJK untuk menyelesaikan pengaduan Konsumen yang dirugikan LJK yang dimaksud. 

 

Pekerjaan rumah OJK masih banyak, selain menyiapkan organisasinya adalah menyiapkan sistem dan prosedur mengenai perlindungan nasabah yang telah diamanatkan dalam UU OJK. Beberapa hal yang menimbulkan pertanyaan adalah teknis pelaksanaan perlindungan nasabah, semisal terjadi suatu kasus seperti likuidasi Bank Global, likuidasi Bank IFI, kasus nasabah Bank Century Tbk atau kasus nasabah Antaboga Sekuritas.

 

Kukuh K. Hadiwidjojo