G20 Sepakati Transparansi Kebijakan Fiskal & Moneter

Sumber: http://www.bisnis.com/articles/g20-sepakati-transparansi-kebijakan-fiskal-and-moneter

 

Bisnis Indonesia |  Senin, 27 Februari 2012 

 

JAKARTA : Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari 20 negara utama dunia menyepakati sejumlah hal, a.l. transparansi kebijakan fiskal dan moneter serta reformasi regulasi keuangan.

 

Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral anggota G20 di Mexico City, Mexico, 25-26 Februari, yang merupakan lanjutan dari pertemuan kepala negara G20 di Cannes, Perancis, 3-4 November 201.

 

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Keuangan Agus D. W. Martowardojo dan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution hadir sebagai pimpinan delegasi Pemerintah Indonesia.

 

Yudi Pramadi, Kepala Biro Humas Kementerian Keuangan, menjelaskan Forum G20 Mexico tersebut menyepakati peningkatan monitoring dan transparansi kebijakan di bidang fiskal, moneter, dan pembangunan.

 

Untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kuat, berimbang dan berdaya tahan, G20 sepakat menyusun rencana aksi Los Cabos (Los Cabos Action Plan).

 

Sementara itu, untuk mengatasi terjadinya berbagai risiko sistemik baru dan menurunkan risiko keuangan, G20 menyepakati berbagai agenda reformasi regulasi keuangan seperti Basel II dan III. Kemudian disepakati juga peningkatan regulasi dan pengawasan atas aktifitas shadow banking, serta reformasi operasional pasar derivatif OTC (over the counter) sesuai komitmen masing-masing negara G20, dan memintaFinancial Stability Board (FSB) untuk memonitor implementasinya.

 

“Dalam mengatasi volatilitas harga komoditas dan energi, Forum G20 meminta berbagai lembaga multilateral terkait untuk menyampaikan rekomendasi dampak volatilitas harga terhadap pertumbuhan ekonomi dan menyediakan berbagai opsi yang dapat diambil oleh negara anggota untuk mengatasi volatilitas harga komoditas,” tulis Yudi dalam siaran persnya hari ini.

 

Menurut Yudi, Indonesia yang menjadi ketua bersama kelompok kerja komoditas dan energi mendorong negara-negara G20 untuk melakukan koordinasi kebijakan makroekonomi dan pengawasan untuk tercapainya stabilitas harga komoditas dan pembatasan perdagangan spekulatif.

 

Selain itu, Forum G20 juga menyepakati berbagai agenda kerjasama lainnya, seperti agenda financial inclusion yang berupa dukungan G20 bagi program edukasi keuangan dan proteksi konsumen, dan peningkatan kerjasama untuk transparansi dan pertukaran informasi antar negara anggota diantaranya atas money laundering dan pembiayaan terorisme.

 

“Forum G20 juga mendiskusikan agenda green growth dan pembangunan berkelanjutan terhadap reformasi struktural, dan peranan managemen risiko bencana  dalam antisipasi bencana dan mitigasi kerugian. Forum G20 meminta lembaga multilateral terkait untuk melakukan kajian lebih lanjut, dan menyampaikan opsi rekomendasi implementasinya,” tuturnya.